Silaturahmi Ramadhan antara Pemprov Kalimantan Barat dan Pemkot Pontianak Sebagai Wadah Agenda Pembangunan

PONTIANAKTEREK.COM, PONTIANAK – Silaturahmi Ramadan yang diadakan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berperan sebagai wadah strategis untuk menyelaraskan berbagai agenda pembangunan antar tingkat pemerintahan. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu struktural krusial dibahas secara mendalam untuk mendorong kemajuan kawasan.
Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi optimalisasi Pelabuhan Kijing sebagai upaya redistribusi logistik, yang diharapkan dapat mengurangi beban operasional kendaraan berat dari Pelabuhan Dwikora. Selain itu, pihak juga membahas percepatan pembangunan infrastruktur penting seperti outer ring road di wilayah selatan dan tenggara Kota Pontianak, serta pembangunan Jembatan Kapuas III. Penyelesaian persoalan batas wilayah administratif juga masuk dalam pembahasan, yang memerlukan mediasi regulasi dan pemastian kebijakan tata ruang yang jelas.
Sebagai kota yang berperan sebagai pusat jasa dan perdagangan, Pontianak menghadapi tantangan signifikan di sektor mobilitas dan fiskal. Meskipun telah mencatatkan capaian prestasi gemilang dengan pencapaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98,2 persen pada tahun 2025, kota ini diproyeksikan akan menghadapi pengurangan dana transfer daerah pada tahun 2026.
Di bidang penanggulangan bencana, kolaborasi juga menjadi kunci dalam upaya mitigasi banjir dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla). Langkah yang diambil meliputi program pompanisasi dan normalisasi sungai yang melibatkan beberapa wilayah, yang menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif berbasis kawasan.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan harapan terkait sinergi antar pemerintah. “Kita menginginkan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat, sehingga Pontianak sebagai gerbang utama Kalimantan Barat dapat berkembang dengan lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sinkronisasi agenda pembangunan ini diharapkan dapat memperkuat peran Pontianak dan kawasan hinterland-nya sebagai simpul gerbang regional yang terencana dan memiliki daya saing tinggi. (TN)
Penulis: Tim IT PONTER
Editor: Tim IT PONTER







