Pontianakterek.com, SAMBAS – Pada hari-hari terakhir, warga Dusun Kelumpang, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, dikejutkan dengan penemuan yang cukup menarik: dua ekor ular yang diduga sedang dalam proses perkawinan. Peristiwa ini terjadi di area sekitar dusun yang berdekatan dengan semak belukar, sehingga langsung menarik perhatian warga yang lewat.

Kedua ular tersebut terlihat saling meliuk-liuk dan melilit erat satu sama lain, dengan gerakan yang tampak lambat dan tidak agresif. Menurut keterangan saksi mata yang pertama kali menemukan, kedua ular terus berputar dan saling menempel dalam waktu yang cukup lama, membuat warga yakin bahwa mereka sedang dalam tahap perkawinan. Kabar tentang penemuan ini menyebar dengan cepat, sehingga sejumlah warga sekitar segera berdatangan untuk menyaksikan dari jarak aman, takut mengganggu atau memicu agresivitas dari satwa liar tersebut.

Warga yang menyaksikan menyatakan bahwa penemuan seperti ini tidak terlalu sering terjadi di daerah tersebut, meskipun kawasan Dusun Kelumpang memang sering menjadi tempat kemunculan satwa liar akibat letaknya yang berdekatan dengan hutan dan sungai. Mereka menyampaikan bahwa meskipun gerakan ular tampak tidak membahayakan, mereka tetap menjaga jarak untuk menghindari risiko yang tidak terduga.

Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sambas, yang diberitahu tentang kejadian ini, segera memberikan arahan kepada masyarakat. Menurut mereka, kemunculan ular, terutama saat dalam proses perkawinan, membutuhkan perhatian khusus karena meskipun tampak tidak agresif, satwa liar dapat menjadi marah jika merasa terganggu. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak bertindak gegabah, seperti mencoba menangkap atau memukul ular, karena hal itu dapat menimbulkan bahaya bagi diri sendiri dan satwa tersebut.

Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sambas untuk tetap waspada terhadap keberadaan satwa liar di lingkungan sekitar. Kawasan yang berdekatan dengan hutan, semak belukar, dan sungai cenderung menjadi habitat alami bagi berbagai jenis satwa, termasuk ular. Oleh karena itu, penting bagi warga untuk selalu memeriksa lingkungan sebelum melakukan aktivitas di luar rumah, serta memberikan informasi kepada pihak berwenang jika menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan.

Hingga saat ini, kedua ular tersebut telah dibiarkan sendirian dan akhirnya melarikan diri ke semak belukar setelah beberapa waktu. Pihak berwenang terus memantau situasi di daerah tersebut untuk memastikan keamanan warga dan kelestarian satwa liar. (Dyg)

Penulis: Tim IT Ponter

Editor: Tim IT Ponter

Iklan