Pontianakterek.com, PONTIANAK – Harga emas batangan Antam pada hari Minggu, 1 Februari 2026, tercatat stagnan setelah sempat mengalami penurunan yang cukup drastis pada hari sebelumnya. Kondisi ini menjadi perhatian bagi pelaku pasar dan masyarakat yang terlibat dalam transaksi logam mulia, terutama setelah harga sempat mencapai level tertinggi yang kemudian anjlok signifikan.

Berdasarkan pemantauan dari berbagai sumber utama, harga emas Antam yang dikeluarkan oleh Logam Mulia tercatat sebesar Rp2.860.000 per gram. Angka ini tetap stabil setelah mengalami penurunan sebesar Rp260.000 dari level tertinggi yang pernah dicapainya. Sementara itu, harga buyback (harga jual kembali ke pengecer atau lembaga) emas Antam berada di kisaran Rp2.455.000 per gram, yang menunjukkan selisih cukup lebar dengan harga jual dasar.

Di sisi lain, harga emas Antam yang dijual melalui Pegadaian tercatat lebih tinggi, yaitu sekitar Rp3.146.000 per gram. Selain emas Antam, Pegadaian juga menawarkan emas UBS dengan harga sekitar Rp2.996.000 per gram, serta produk Tabungan Emas dengan harga Rp3.260.000 per gram berdasarkan pembaruan terakhir. Perbedaan harga ini disebabkan oleh perbedaan kebijakan harga dan layanan yang ditawarkan oleh setiap lembaga.

Pada saluran distribusi lain, seperti Galeri 24 dan IndoGold, harga emas juga menunjukkan variasi. Galeri 24 menawarkan emas dengan harga Rp3.184.000 per gram, sedangkan IndoGold menetapkan harga beli sebesar Rp2.720.578 per gram. Penting untuk diperhatikan bahwa semua harga yang disebutkan merupakan harga dasar, yang dapat mengalami perubahan tergantung pada penerapan pajak PPh 22 sebesar 0,25% serta biaya administrasi yang berbeda-beda di masing-masing gerai.

Untuk memastikan akurasi dalam melakukan transaksi, masyarakat disarankan untuk secara berkala memantau grafik perubahan harga emas melalui laman resmi Logam Mulia atau aplikasi Sahabat Pegadaian. Hal ini akan membantu mereka dalam membuat keputusan yang tepat terkait pembelian atau penjualan emas, terutama mengingat fluktuasi harga yang pernah terjadi baru-baru ini. (Dyg)

Penulis: Tim IT Ponter

Editor: Tim IT Ponter

Iklan