Tabrakan Maut di Kubu Raya: Pelajar 18 Tahun Tewas Usai Tabrakan dengan Truk Box di Simpang 4 Brimob

PONTIANAKTEREK.COM, Kubu Raya – Sebuah tabrakan maut terjadi di Simpang 4 Brimob, Jalan Adisucipto, Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Rabu (11/3). Kejadian ini merenggut nyawa Antonius Aristo (18), seorang pelajar yang mengendarai sepeda motor.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade Surdiansyah, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, tabrakan melibatkan motor yang dikendarai korban dengan plat nomor KB 5540 DAA dan truk box dengan plat nomor KB 8935 HF yang dikemudikan oleh Yan Fadli (39).
“Awal mula truk box tersebut melaju dari arah Jalan Adi Sucipto, hendak berbelok ke kiri menuju arah Kodam sesampainya di TKP,” ujar Ade. Sementara itu, korban yang sedang mengendarai sepeda motor diduga hendak menyalip dari sisi kiri, tepat di belakang truk box tersebut.
“Korban diduga oleng dan hilang kendali. Lalu terjatuh ke arah ban truk hingga mengalami luka berat,” tegas Ade. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta keterangan saksi di lokasi, penyebab tabrakan diduga karena korban mencoba menyalip di area tikungan.
“Truk itu bermaksud berbelok di tikungan setiba di Simpang 4 Brimob. Namun korban saat itu diduga gagal menyalip, dan tertabrak truk box hingga terseret,” tambahnya. Polisi menduga korban kurang memperhitungkan jarak aman saat ingin menyalip truk box di area tikungan tersebut.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan serpihan bekas kecelakaan serta mendapatkan keterangan langsung dari sopir truk box. Ade menekankan bahwa menyalip kendaraan di sekitar tikungan sangat berisiko dan berbahaya karena jarak pandang yang terbatas.
Korban segera dilarikan ke RS Kartika Husada untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tak terselamatkan.
Polisi pun mengingatkan seluruh pengguna jalan raya untuk tetap mematuhi petunjuk dan rambu-rambu lalu lintas yang terpasang. “Kami juga menghimbau masyarakat dalam mengemudikan kendaraannya untuk tidak menyalip, terutama saat melintas di tikungan ataupun di simpang jalan, karena sangat beresiko dan berbahaya,” imbau Ade. (TNO)
Penulis: Tim IT PONTER
Editor: Tim IT PONTER







