PONTER – Harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang (ANTM) melalui anak usahanya Logam Mulia mengalami peningkatan pada Jumat (2 Januari 2026). Harga penjualan naik Rp16.000 per gram, dari Rp2.488.000 menjadi Rp2.504.000 per gram. Sementara itu, harga beli kembali (buyback) juga meningkat sebesar Rp16.000 per gram, dari Rp2.347.000 menjadi Rp2.363.000 per gram, membuat selisih (spread) antara kedua harga tetap di Rp141.000 per gram.

Selisih harga tersebut menjadi pertimbangan krusial bagi investor emas batangan. Ketika membeli dari gerai Logam Mulia, pelanggan membayar harga penjualan, sedangkan ketika menjual kembali, mereka menerima harga buyback. Jika membeli pada pagi hari dan menjual kembali pada hari yang sama, nilai emas akan terkurangi akibat spread tersebut.

Analisis data riil menunjukkan bahwa investasi emas batangan Antam lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Investor yang membeli pada 2 Oktober 2024 (Rp1.464.000/gram) hingga 2 Januari 2025 (Rp1.524.000/gram) meraih keuntungan antara 55,05% hingga 61,41%. Sementara itu, pembelian pada akhir tahun 2025 (26 Desember 2025, Rp2.589.000/gram) dan awal Desember 2025 (2 Desember 2025, Rp2.425.000/gram) mengakibatkan kerugian sebesar 8,73% dan 2,56% jika dijual pada 2 Januari 2026.

Ahli investasi menekankan pentingnya memperhitungkan spread sebelum berinvestasi, karena potensi untung baru tercapai jika kenaikan harga jangka panjang mampu menutupi selisih tersebut. ANTM tetap memelihara dua sistem harga untuk menjaga keseimbangan antara pasar konsumen dan keberlanjutan bisnis penukaran emas. (Dyg)

Iklan