Pontianakterek.com, SANGGAU – Program Makan Bergizi Gratis yang berjalan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Menyabo, Kabupaten Sanggau, kini menjadi sorotan publik setelah foto-foto sajian yang diklaim diberikan kepada siswa beredar dan mendapatkan tanggapan negatif. Beberapa gambar memperlihatkan komponen makanan seperti sayuran dengan kondisi layu dan berlubang, serta kekhawatiran terkait aspek kebersihan penyajian.

Program yang bertujuan meningkatkan status gizi dan kesehatan anak sekolah ini seharusnya memberikan makanan yang memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan. Namun, kondisi yang terlihat pada sajian tersebut mengundang pertanyaan mendasar terkait manajemen dan pelaksanaannya.

Titik Lemah dalam Rantai Pasok dan Pengawasan – Perlu diketahui bahwa penyelenggaraan program semacam ini melibatkan beberapa tahapan, mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan di dapur penyedia, hingga penyajian ke siswa. Beberapa poin potensial yang menjadi titik lemah perlu diteliti lebih dalam :
– Apakah proses pengadaan bahan baku dilakukan dengan seleksi yang ketat dan sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan?
– Apakah standar operasional prosedur (SOP) di dapur penyedia makanan telah diterapkan secara konsisten dan benar?
– Bagaimana mekanisme pengawasan yang berjalan untuk memastikan kualitas dan kebersihan makanan sebelum diberikan kepada siswa?
– Apakah terdapat kendala teknis atau sumber daya yang menghambat pelaksanaan standar yang telah ditetapkan?
Kepedulian Bukan Penyudutan – Pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan bukan untuk menyudutkan pihak manapun, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap penggunaan anggaran negara yang tidak sedikit untuk program ini. Tujuan utama program harus tetap menjadi fokus – memberikan manfaat kesehatan yang nyata bagi siswa, bukan malah menjadi sumber risiko kesehatan baru akibat konsumsi makanan yang tidak memenuhi standar.
Kita mengharapkan pihak terkait, mulai dari dinas pendidikan, dinas kesehatan, hingga penyedia layanan makanan, segera melakukan klarifikasi dan langkah perbaikan. Pemeriksaan mendalam perlu dilakukan untuk mengidentifikasi akar masalah dan mengambil tindakan korektif agar program dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, serta memberikan manfaat yang optimal bagi anak-anak di SDN Menyabo dan sekolah lainnya yang menjadi sasaran. (Dyg)








