PONTER, Pontianak – Polda Kalimantan Barat bekerja sama dengan Forkopimda, TNI, tokoh lintas agama, serta mahasiswa menggelar acara Doa Lintas Agama di Jalan Gajahmada, Pontianak. Acara ini menjadi pilihan pengganti pesta kembang api yang biasanya mengisi malam pergantian tahun, sebagai wujud empati dan solidaritas terhadap saudara-saudara yang terkena dampak bencana di Sumatera. Kapolda Kalbar menegaskan bahwa kebijakan ini sesuai dengan arahan Kapolri, yang melarang pemberian izin untuk keramaian dalam rangka pesta kembang api, guna memelihara suasana yang penuh makna dan rasa kepedulian terhadap korban bencana.

Selain kegiatan doa, dalam pemaparan Situasi Keamanan, Ketertiban, dan Ketentraman Masyarakat (Sitkamtibmas), Kapolda Kalbar juga melaporkan kepada Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa situasi di 14 Kepolisian Resor (Polres) di wilayah jajaran Polda Kalbar terpantau kondusif. Untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama periode pergantian tahun, pihak kepolisian telah memperkuat kekuatan dengan 3.503 personel yang ditempatkan di 74 posko pengamanan yang tersebar di berbagai titik strategis. Langkah ini bertujuan tidak hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga untuk mendukung suasana yang penuh pengharapan dan refleksi menuju tahun baru.

Dalam kesempatan yang sama, disampaikan harapan bahwa pada tahun 2026 mendatang, Provinsi Kalimantan Barat serta seluruh wilayah Indonesia senantiasa diberikan perlindungan, keamanan, dan keberkahan oleh Tuhan Yang Maha Esa, agar dapat melanjutkan pembangunan dan memperkuat persatuan di tengah tantangan yang ada. (Dyg)

Iklan