Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Terlibat Kontroversi Akibat Pernyataan yang Dikatakan Menghina Islam

PONTIANAKTEREK.COM, WASHINGTON – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menjadi pusat sorotan kontroversi pada Maret 2026 setelah melontarkan sejumlah pernyataan yang dinilai mengh!na agama Islam dan memicu ketegangan dengan komunitas Muslim di seluruh dunia. Beberapa narasi media bahkan menyebutnya sebagai “Menteri Per4ng” seiring dengan pernyataan yang dianggap provokatif tersebut.
Dilaporkan, Hegseth menyebut Nabi Muhammad SAW dengan istilah yang sangat mengh!na, yaitu “delusional”, serta menggunakan retorika yang dianggap sebagai “per4ng suci” ant!-Muslim untuk membenarkan tindakan militer AS terhadap Iran.
Meskipun ia menyatakan bahwa AS tidaklah pihak yang memulai konflik dengan Iran, Hegseth menegaskan bahwa pemerintah Washington akan “mengakhiri per4ng” tersebut di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Ia juga secara terbuka memperingatkan bahwa siapa pun yang meng4ncam keselamatan warga Amerika akan diburu tanpa ampun.
Pernyataan tersebut langsung memicu kec*man ker*s dari berbagai kalangan, termasuk organisasi hak-hak Muslim seperti Council on American-Islamic Relations (CAIR). CAIR menganggap bahwa penggunaan retorika berbasis agama untuk membenarkan tindakan militer seperti pemb0man merupakan hal yang sangat berbahaya dan dapat memperlebar jurang perpecahan.
Hingga saat ini, tindakan militer AS difokuskan pada ser4ngan terhadap sejumlah target di Iran, yang menurut Hegseth merupakan rezim yang telah melancarkan “p3rang sepihak” terhadap AS selama puluhan tahun.
Secara konstitusional di AS, hanya Kongres yang memiliki wewenang tunggal untuk menyatakan per4ng, sebagaimana tercantum dalam Pasal I, Bagian 8, Klausa 11 Konstitusi AS. Namun, retorika yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan ini dipandang oleh banyak pengamat sebagai bentuk permusuhan yang terbuka terhadap identitas dan keyakinan umat Muslim secara lebih luas. (TRI)
Penulis: Tim IT PONTER
Editor: Tim IT PONTER







