Pontianakterek.com, PONTIANAK – Kondisi trotoar yang terputus di ruas Jalan Ahmad Yani, tepat di depan showroom Honda Daya Motor, menjadi perhatian masyarakat Kota Pontianak. Kawasan jalan protokol yang memiliki aktivitas lalu lintas tinggi ini dinilai tidak memberikan kenyamanan dan keamanan yang optimal bagi pejalan kaki.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa pembangunan trotoar di kawasan tersebut awalnya telah melalui proses lelang pada tahun anggaran 2025, dengan ruas jalan Tengku Umar dan M. Sohor berhasil dilaksanakan sesuai rencana. Namun, untuk segmen Jalan Ahmad Yani termasuk area depan showroom Honda Daya Motor, proyek tidak dapat berjalan sesuai jadwal karena pihak pelaksana mengundurkan diri.

“Kontraktor pemenang lelang mengajukan pengunduran diri karena menyatakan tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan di ruas Jalan Ahmad Yani,” jelas Edi dalam wawancara dengan tim media pada maghrib.

Pemerintah Kota Pontianak menegaskan bahwa proyek tersebut tidak akan dibatalkan. Anggaran yang telah disiapkan pada tahun 2025 akan dialihkan untuk pelaksanaan pada tahun anggaran 2026, dengan proses perencanaan dan lelang kembali yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Kami memastikan bahwa pembangunan akan dilanjutkan. Tahun ini fokus kami adalah menyelesaikan perencanaan dan mekanisme lelang agar pekerjaan dapat segera dimulai dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ucapnya.

Sebagai catatan, Pemkot Pontianak telah menunjukkan capaian signifikan dalam pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas pedestrian di berbagai kawasan kota. Ruas Jalan Tengku Umar, Jalan Merdeka, Jalan M. Sohor, serta sejumlah titik ruang publik telah ditata dengan baik, dengan tingkat kemantapan jalan kota saat ini mencapai lebih dari 80 persen.

Selain itu, pemerintah kota juga menjalankan program pemeliharaan rutin, pelebaran jalan, dan peningkatan kualitas infrastruktur di kawasan industri serta jalur distribusi sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mobilitas masyarakat.

“Komitmen kami dalam membangun infrastruktur yang berkelanjutan tetap konsisten. Kami akan memastikan bahwa setiap titik di kota mendapatkan perhatian agar kualitas layanan infrastruktur dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga Pontianak,” pungkas Edi. (Dyg)

Iklan