Pontianakterek.com, PONTIANAK – Masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan Barat merasakan perubahan signifikan pada kondisi infrastruktur jalan dan jembatan, yang menjadi urat nadi aktivitas sehari-hari. Akses antarwilayah yang sebelumnya sulit dilalui kini semakin lancar, memudahkan mobilitas warga, pengangkutan hasil pertanian, serta akses ke layanan pendidikan dan kesehatan.

Andre, warga Kabupaten Sekadau, menyampaikan pengalaman langsung terkait peningkatan kondisi jalan provinsi di wilayah Sekadau Hulu. “Dulu jalan rusak parah dan sulit dilalui, sekarang kondisinya sudah sangat membantu aktivitas kami. Perubahan ini benar-benar kami rasakan,” ujarnya pada Rabu (4/2/2026).

Perbaikan infrastruktur memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Waktu tempuh perjalanan menjadi lebih singkat, biaya transportasi dapat ditekan, dan distribusi hasil pertanian serta perkebunan berjalan lebih efisien. Kondisi ini membuka harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan, terutama bagi masyarakat di wilayah yang sebelumnya relatif terisolasi.

Perubahan tersebut merupakan hasil kebijakan Pemprov Kalbar di bawah kepemimpinan Gubernur yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalbar, pembangunan diarahkan pada penguatan infrastruktur dasar yang berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Selain konstruksi, Pemprov Kalbar juga fokus pada pemeliharaan berkelanjutan. Pengaktifan kembali Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPJJ) di sejumlah wilayah menjadi langkah strategis untuk menjaga kualitas jalan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Masyarakat berharap komitmen pemerintah dalam memperkuat pembangunan infrastruktur terus terjaga. Dengan pembangunan yang berkelanjutan dan merata, warga optimistis konektivitas antarwilayah akan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat Kalbar terus meningkat. (Dyg)

Penulis: Tim IT Ponter

Editor: Tim IT Ponter

Iklan