PONTIANAKTEREK.COM – Panen perdana jagung hibrida yang dilaksanakan di Pontianak Utara menjadi bukti nyata keberhasilan kelompok tani dalam memanfaatkan lahan terbatas di kawasan perkotaan untuk mendukung ketahanan pangan. Dari lahan seluas sekitar 0,5 hektare, petani berhasil memanen sekitar 1,5 ton jagung setelah masa tanam yang berlangsung kurang lebih 110 hari.

Kegiatan panen ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, yang menyempatkan diri berdialog langsung dengan para petani dan warga yang hadir. Dalam kesempatannya, Yanieta menilai panen jagung ini merupakan wujud kolaborasi yang solid antara pemerintah, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah perkotaan.

Menurut Yanieta, pemanfaatan lahan kosong, termasuk pekarangan rumah, merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak yang signifikan. Selain dapat meningkatkan ekonomi keluarga, langkah ini juga turut membantu menjaga ketersediaan pangan di kota yang semakin padat penduduk. “Pemanfaatan lahan yang ada, meskipun terbatas, bisa menjadi solusi nyata untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Kehadiran Yanieta di tengah kegiatan panen juga menjadi penyemangat tersendiri bagi para petani yang telah bekerja keras dalam proses penanaman hingga panen. Bagi warga Pontianak Utara, panen jagung kali ini bukan sekadar hasil produksi pertanian semata, melainkan juga simbol kerja sama yang kuat dan optimisme bahwa pertanian di Kota Pontianak masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (TR)

Penulis: Tim IT PONTER

Editor: Tim IT PONTER

Iklan