Pontianakterek.com, KETAPANG – Sebanyak ratusan siswa dan guru dari tiga sekolah di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Kamis (5/2/2026). Peristiwa ini membuat korban harus segera mendapatkan penanganan medis di beberapa Puskesmas terdekat.

ISekolah yang terkena dampak adalah SMP Negeri 1 Marau, SMA Negeri 1 Marau, dan SMK Negeri 1 Marau. Korban melaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, sakit perut, dan diare setelah menyantap hidangan MBG yang dibagikan di sekolah masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, menyampaikan bahwa hingga pukul 17.00 WIB, data sementara mencatat jumlah korban mencapai 162 orang yang terdiri dari siswa dan guru. “Kami menerima laporan pertama sekitar pukul 10.00 WIB. Saat dibawa ke fasilitas kesehatan, sebagian besar korban dalam kondisi muntah berulang dan mengalami dehidrasi akibat diare pada beberapa kasus,” jelasnya.

Untuk menangani kondisi korban, pihak Dinas Kesehatan mengerahkan lima tim medis dari berbagai unit, antara lain Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Puskesmas Marau, Puskesmas Jelai Hulu, dan Puskesmas Suka Mulia.

Selain memberikan perawatan, pihak berwenang juga telah mengambil langkah investigasi dengan mengumpulkan sampel makanan MBG serta sampel muntahan korban untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Sampel muntahan akan diperiksa di Laboratorium Kesehatan Provinsi di Pontianak, sedangkan sampel makanan akan diuji di Balai Pengawasan Obat dan Makanan (Balai POM) Kalimantan Barat,” tutup dr. Feria. (Dyg)

Penulis: Tim IT Ponter

Editor: Tim IT Ponter

Iklan