PONTIANAKTEREK.COM, PONNTIANAK – Di balik hiruk-pikuk jalanan dan kesibukan lalu lintas sungai yang menjadi ciri khas Pontianak, tersembunyi perjuangan panjang para pekerja transportasi yang setiap hari menjadi penggerak roda ekonomi kota. Mulai dari penambang sampan di Sungai Kapuas hingga pengemudi kendaraan di jalanan, mereka berjuang keras dengan penghasilan yang tak selalu menentu. Menjelang Idulfitri, kepedulian terhadap nasib mereka hadir dalam bentuk nyata melalui penyaluran 1.287 paket beras.

Salah satu penerima manfaat, Deris Landuk, merasakan langsung dampak dari bantuan tersebut. Sejak kecil, Deris menggantungkan hidupnya dari pekerjaan sebagai penambang sampan. Dengan penghasilan sekitar Rp14 ribu sekali jalan, bantuan beras ini bukan sekadar barang bantuan biasa, melainkan penopang utama kebutuhan harian keluarganya. Bagi Deris dan rekan-rekannya, apa yang terlihat sederhana ini menjadi harapan agar dapur tetap mengepul di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan bahwa bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat rasa kepedulian antar sesama. “Bulan Ramadan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus bentuk kepedulian dari para pelaku usaha transportasi,” ujar Edi dalam kesempatannya. Ia berharap, kehadiran bantuan ini dapat menggerakkan lebih banyak pihak untuk turut berbagi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak warga yang membutuhkan, terutama kalangan pekerja transportasi yang berperan vital bagi kelancaran kota.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial, tetapi juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menghargai jasa para pekerja transportasi yang seringkali bekerja di balik layar demi kelancaran aktivitas kota. Dengan semangat kebersamaan di bulan suci, diharapkan rasa solidaritas antarwarga semakin terjalin kuat. (TRI)

Penulis: Tim IT PONTER

Editor: Tim IT PONTER

Iklan