PONTIANAKTEREK.COM, Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan pembangunan daerah pada tahun 2026, meskipun harus menghadapi tantangan berupa penyesuaian anggaran. Pemerintah daerah menekankan bahwa keterbatasan sumber daya tidak akan menjadi alasan untuk berhenti, melainkan menjadi pendorong untuk bekerja lebih cerdas, efektif, dan efisien demi kesejahteraan masyarakat.

Hal ini disampaikan Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, dalam keterangannya kepada awak media. Menurutnya, langkah strategis yang diambil saat ini adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program yang telah dan akan berjalan. Melalui evaluasi tersebut, pemerintah akan menentukan skala prioritas dengan lebih selektif, memastikan bahwa setiap kebijakan dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat nyata dan dirasakan langsung oleh warga.

“Kita harus realistis dengan kondisi yang ada. Dengan keterbatasan, kita harus tetap bergerak dan berinovasi demi pelayanan kepada masyarakat,” ujar Edi Kamtono.

Pemerintah Kota memastikan bahwa fokus utama pembangunan tidak akan bergeser dari tujuan utama, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Prioritas pembangunan tetap diarahkan pada empat pilar utama: penguatan ekonomi masyarakat, upaya penurunan angka kemiskinan, perluasan kesempatan kerja, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dalam upaya meningkatkan pelayanan, Pemkot Pontianak terus mendorong penerapan inovasi dan transformasi digital. Pemanfaatan teknologi informasi diharapkan dapat memangkas birokrasi, mempercepat proses layanan, dan membuat akses masyarakat terhadap informasi serta fasilitas publik menjadi lebih mudah dan transparan.

Selain bidang ekonomi dan pelayanan, perhatian serius juga tetap diberikan pada penyelesaian berbagai persoalan dasar yang berkaitan langsung dengan kenyamanan hidup sehari-hari. Masalah pengelolaan sampah, penanganan genangan air, serta perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan tetap menjadi agenda utama yang harus dituntaskan. Pemerintah berupaya menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan tertata dengan baik.

Edi Kamtono menambahkan bahwa tantangan anggaran justru menjadi momentum untuk menata manajemen pemerintahan agar lebih disiplin dan akuntabel. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus dihitung dengan cermat agar memberikan dampak yang maksimal. Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya juga menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan semangat kerja keras dan inovasi, Pemerintah Kota Pontianak optimis dapat melewati masa penyesuaian ini dan tetap mampu menghadirkan perubahan positif bagi kemajuan kota dan kesejahteraan seluruh warganya. (TR)

Penulis: TR

Editor: TN

Iklan