PONTIANAKTEREK.COM – JAKARTA – Suara-suara mengenai kemungkinan dilakukannya perombakan atau reshuffle terhadap susunan Kabinet Merah Putih kembali bergema di kalangan politik nasional. Salah satu nama yang santer disebut-sebut berpeluang mendapatkan promosi jabatan adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Ia dikabarkan berpotensi naik pangkat menduduki posisi strategis sebagai Menteri Koordinator (Menko).
Merespons dinamika politik yang berkembang tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, menyatakan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menerima informasi resmi maupun arahan khusus terkait rencana perombakan kabinet tersebut.
“Saya enggak tahu, itu kan wewenang presiden. Nanti tergantung Pak Presiden merenung, perlu enggak reshuffle,” ujar Sarmuji kepada awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai siapa yang akan bertahan, bergeser, atau diganti dalam struktur pemerintahan adalah hak prerogratif mutlak yang berada di tangan Presiden. Sarmuji menekankan bahwa partai tidak berani berspekulasi atau mengambil kesimpulan dini sebelum ada pengumuman resmi dari Istana.
Termasuk terkait isu spesifik mengenai nasib Bahlil Lahadalia yang dikabarkan akan diangkat menjadi Menko, Sarmuji mengaku belum mendapatkan konfirmasi apa pun. Menurutnya, kabar mengenai adanya rencana reshuffle saja masih simpang siur, apalagi soal detail pergeseran posisi menteri.
“Enggak tahu, orang dengar reshuffle saja nggak, gimana yang lain-lain,” tambahnya singkat, menandakan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian.
Sarmuji juga mengungkapkan bahwa dirinya belum sempat melakukan pertemuan atau berkoordinasi intensif dengan Ketua Umum Partai Golkar usai kembali dari tugas negara. Pasalnya, ia baru saja mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja ke luar negeri menuju Rusia dan Prancis.
“Saya belum ketemu ketua umum setelah mendampingi presiden. Mudah-mudahan nanti malam saya ketemu,” jelasnya, menyiratkan bahwa komunikasi internal partai akan dilakukan segera untuk membahas berbagai hal, termasuk dinamika politik terkini.
Meskipun demikian, Sarmuji tak menampik jika kinerja yang ditunjukkan oleh Bahlil Lahadalia selama memimpin Kementerian ESDM dinilai sangat positif dan memuaskan. Di tengah situasi geopolitik global yang sedang tidak menentu, Bahlil dinilai mampu bekerja maksimal menjaga stabilitas energi di dalam negeri.
“Kinerja sekarang Pak Bahlil oke dan makin oke,” puji Sarmuji.
Lebih jauh, politisi Golkar ini menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi oleh Menteri ESDM saat ini tergolong sangat berat. Krisis energi global akibat konflik internasional telah memberikan dampak domino, mulai dari gangguan rantai pasok hingga fluktuasi harga minyak dunia yang sulit diprediksi.
Namun berkat manajemen yang baik, sektor energi nasional tetap terjaga dengan aman. Pemerintah berhasil memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat dan industri, sekaligus mampu menahan laju kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) agar tetap stabil dan terjangkau.
“Bayangkan betapa sulitnya posisi beliau saat ini. Di tengah konflik global dan suplai energi yang tersendat, beliau tetap bisa mengamankan pasokan dan menjaga harga BBM tidak naik. Itu bukan hal mudah,” pungkas Sarmuji menutup penjelasannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Istana Kepresidenan terkait waktu pelaksanaan maupun daftar nama yang akan mengalami perubahan dalam kabinet. (TR)
Penulis: Tim IT PONTER
Editor: Tim IT PONTER








