PONTIANAKTEREK.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman untuk menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/4/2026), bersamaan dengan pengukuhan lima pejabat lainnya.

Penunjukan ini merupakan langkah baru dalam karier Dudung, yang sebelumnya telah dipercaya sebagai Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Pertahanan Nasional. Di balik jabatan strategis yang kini diembannya, tersimpan kisah perjalanan hidup yang sangat inspiratif, bermula dari keterbatasan ekonomi hingga mampu menaklukkan puncak karier militer dan pemerintahan.

Seperti yang pernah diungkapkannya sendiri, masa muda Dudung diwarnai oleh kerja keras demi membantu ekonomi keluarga. Kehidupannya berubah drastis sejak ayahnya meninggal dunia pada tahun 1981 saat ia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebagai anak keenam dari delapan bersaudara, ia merasa terpanggil untuk membantu ibunya yang hanya berstatus sebagai janda pensiunan PNS.

Setiap harinya, Dudung bangun sejak pukul 04.00 pagi untuk mengayuh sepeda mengantar koran ke rumah-rumah pelanggan. Pekerjaan ini baru selesai sekitar pukul 08.00. Namun, istirahat belum bisa ia dapatkan. Segera setelah itu, ia harus membantu ibunya menjajakan kue klepon di lingkungan Komando Daerah Militer III/Siliwangi, Jawa Barat.

Agar bisa membagi waktu antara sekolah dan membantu orang tua, Dudung dengan sengaja memilih bersekolah di sesi siang hari. Kerap bolak-balik mengantar kue, wajahnya pun mulai dikenal oleh para prajurit yang berjaga di gerbang markas. Ia sering masuk keluar area tersebut tanpa prosedur ketat.

Namun, sebuah insiden kecil justru menjadi titik balik yang mengubah jalan hidupnya. Suatu hari, saat ia hendak masuk membawa kue, ia ditangani oleh petugas baru yang belum mengenalnya. Karena dianggap menyelonong tanpa izin, kue yang dibawanya—sekitar 50 biji—ditendang hingga berhamburan.

Peristiwa itu sangat membekas. “Di situ saya bilang, awas nanti saya jadi perwira. Di situ saya bangkit pengin jadi tentara. Awalnya di situ, padahal dulu cita-cita saya pengin kuliah,” kenang Dudung sambil tertawa dalam sebuah wawancara. Selain tekad untuk membuktikan diri, momen itu juga menanamkan prinsip kuat dalam dirinya agar tidak pernah bersikap semena-mena terhadap rakyat kecil.

Tekad baja itu akhirnya membuahkan hasil. Dudung berhasil menembus seleksi masuk Akademi Militer (Akmil) di Bandung dan lulus tiga tahun kemudian dengan pangkat Letnan Dua. Karier militernya pun menanjak cepat. Tugas pertamanya diemban di Dili, Timor Timur pada 1988, kemudian berpindah ke berbagai wilayah seperti Bali dan Bandung, hingga ditugaskan dalam misi penjaga perdamaian di Filipina Selatan.

Salah satu posisi puncak yang pernah ia sandang adalah sebagai Gubernur Akademi Militer periode 2018-2020, Panglima Kodam Jaya, hingga akhirnya dipercaya memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Puncak karier militer diraih ketika ia dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada tahun 2021, jabatan yang dipegangnya hingga pensiun pada 2023.

Kini, dengan pengalaman panjang dan karakter yang terbentuk sejak kecil, Jenderal Dudung siap mengabdikan diri kembali dalam struktur pemerintahan untuk mendukung kerja Presiden Prabowo Subianto. (TR)

Penulis: Tim IT PONTER

Editor: Tim IT PONTER

Iklan